Prinsip Murid Sebagai Pemimpin Menurut Matius 20:26-28

Authors

  • Agus Sunardi Sekolah Tinggi Teologi Borneo Author

DOI:

https://doi.org/10.63830/0byrdp04

Keywords:

Pemimpin, Hamba, Melayani

Abstract

Abstract: The character or nature of a servant presents a part of his daily activities or activities,
namely as a person who serves. Or it can be said that service is a straightforward thing entrusted
by an employer or master to him. The decision to determine everything is not in the hands of a
servant but the decision is in the hands of his master. Without having a servant's heart is very
impossible to do by a spiritual leader In involving this interesting discussion, it turned out that the
Apostles Paul, Peter, and Prophet Moses had also taken an important role in this warm
discussion about leadership. Each of them has strong enough arguments to answer leadership
problems according to the standards of inspired truths through the power of holy spirit.
In discussing further theological theologies of Jesus Christ as a centralized figure in
spiritual leadership as in this Journal about "PRINCIPLES OF PRINCIPLES AS LEADERS
ACCORDING TO MATH 20:20:28" was also involved in this discussion. Because in reality
Christ is the spearhead in solving the growing crisis of leadership.
Jesus Christ the gift giver emphasizes that serving (deacon) is a purpose and not a
compulsion. For the original context describes a "attendance" which is carried out only by a
servant with one purpose, which is only to serve. Oieh, therefore, the advice conveyed by Jesus
Christ through His revelation to the Apostle Paul is very good to understand for those who want
to serve.
Keywords: Leader, Servant, Serving
Abstrak: Karakter atau sifat dari seorang pelayan merupakan bagian dari kegiatan atau
aktivitasnya sehari-hari yaitu sebagai orang yang melayani. Atau dapat dikatakan melayani
merupakan suatu tugas yang dipercayakan oleh seorang majikan atau tuan kepadanya. Keputusan
untuk menentukan segala sesuatu bukan ditangan seorang pelayan namun keputusan itu di tangan
tuannya. Tanpa memiliki hati seorang hamba adalah sangat mustahil untuk dilakukan oleh seorang
pemimpin rohani
Dalam melibatkan diskusi yang sedang menarik dibicarakan ini, ternyata Rasul Paulus,
Petrus, dan Nabi Musa juga telah ikut mengambil peranan penting dalam pembahasan yang
hangat tentang kepemimpinan ini. Masing-masing dari mereka telah memiliki argumentasi yang
cukup kuat menjawab problema kepemimpinan menurut standar dari kebenaran yang telah
diinspirasi melalui kuasa Roh Kudus.
Dalam mendiskusikan kepemimpinan lebih lanjut beberapa theologis dari Yesus Kristus
sebagai tokoh sentralisasi dalam kepemimpinan rohani seperti dalam Jurnal ini tentang “Prinsip
Murid Sebagai Pemimpin Menurut Matius 20:26:28” juga dilibatkan dalam diskusi ini. Sebab
sesungguhnya Kristus adalah ujung tombak dalam memecahkan krisis kepemimpinan yang
sedang berkembang.
Yesus Kristus sang pemberi karunia menekankan bahwa melayani (diakonia) itu merupakan tujuan dan bukan paksaan. Sebab konteks aslinya menjelaskan tentang sebuah “attendance” (usaha.) yang dilakukan hanya oleh seorang pelayan dengan satu tujuan yaitu hanya untuk melayani. Oleh sebab itu saran yang di sampaikan oleh Yesus Kristus melalui pewahyuan- Nya kepada Rasul Paulus ini sangat baik untuk dipahami bagi barangsiapa yang ingin melayani.
Kata kunci: Pemimpin, Hamba, Melayani

Downloads

Published

2025-03-23

Issue

Section

Articles

How to Cite

Prinsip Murid Sebagai Pemimpin Menurut Matius 20:26-28. (2025). ICHTUS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 2(2), 46-53. https://doi.org/10.63830/0byrdp04