Penginjilan di Pedalaman Kalimantan Barat
DOI:
https://doi.org/10.63830/kbrt9g66Keywords:
Penginjilan, Model, Hamba dan SolusiAbstract
Abstract: Evangelism is God's command written in the book of Matthew 28:19-20 which is known as the
Great Commission. One task is to preach the good news or news of salvation in Jesus Christ. This is done
by calling it out and can also be done by teaching like a student and by testifying based on what the
preacher of the Gospel experienced. Evangelism is desired by God as a task that is carried out collectively
and continuously in all places until Jesus comes a second time to pick up His people. Failure to carry out
this Great Task means violating God's will or denying the grace that has been received. The task of
evangelism cannot be denied or neglected because the news concerns the salvation of the souls of many
people loved by the Giver of the command, in this case God himself. However, various obstacles are
encountered when evangelism is carried out in a community in a certain area. Evangelists must find
effective ways or strategies to ensure that the Gospel being preached is accepted by listeners. Evangelism
carried out specifically by Indonesian evangelists in several remote areas in West Kalimantan must apply
an effective evangelism model to overcome various obstacles in conveying the Gospel.
Keywords: evangelism, models, obstacles and solutions.
Abstrak: Penginjilan merupakan perintah Allah yang tertulis dalam kitab Matius 28:19-20 yang
dikenal dengan Amanat Agung. Satu tugas untuk memberitakan kabar baik atau kabar
keselamatan di dalam Yesus Kristus. Dilakukan dengan cara menyerukannya dan dapat juga
dilakukan dengan mengajar seperti kepada seorang murid serta dengan bersaksi berdasarkan apa
yang dialami oleh pemberita Injil tersebut. Penginjilan dikehendaki Allah sebagai tugas yang
dilaksanakan secara bersama-sama dan terus-menerus ke segala tempat sampai Yesus datang
kedua kali untuk menjemput umat-Nya. Kelalaian melaksanakan Tugas Agung tersebut berarti
melanggar kehendak Tuhan atau pengingkaran terhadap anugerah yang telah diterima. Tugas
penginjilan tidak dapat dibantah atau dilalaikan karena berita itu menyangkut keselamatan jiwa
banyak orang yang dikasihi oleh Pemberi perintah dalam hal ini adalah Allah sendiri. Tetapi
berbagai hambatan ditemui saat penginjilan dilakukakan pada suatu masyarakat dalam daerah
tertentu. Para penginjil harus menemukan cara atau strategi yang efektif upaya Injil yang
diberitakan dapat diterima oleh pendengar. Penginjilan yang dilakukan secara khusus oleh
penginjil Indonesia di beberapa daerah terpencil di Kalimantan Barat harus menerapkan model
penginjilan yang efektis untuk mengatasi berbagai hambatan dalam penyampaian Injil.
Kata kunci: penginjilan, model, hambatan dan solusi.





