Dampak Implementasi Doa Syafaat Rasul Paulus Menurut Efesus 3:14-21 bagi Pertumbuhan Spiritual Jemaat Tuhan Masa Kini
DOI:
https://doi.org/10.63830/pcjyjc85Keywords:
Doa Syafaat, Paulus, Pertumbuhan Spiritual, Efesus, JemaatAbstract
Abstract: Believers who have received salvation in Christ mean they have entered the family of God’s
Kingdom. As members of God’s Kingdom family, believers must pray for one another. The purpose
of this prayer is for the progress or spiritual growth of God’s church, which in this case is God’s
church. Because often, many believers consider it not too important to live in prayer and pray for one
another. The Apostle Paul in the letter of Ephesians, has set an example of how he intercedes for the
congregation. The content of the apostle Paul’s prayer was that the believers in Ephesus would gain
strength in spiritual warfare, which would impact the extraordinary spiritual growth of the Ephesian
congregation. Therefore, the apostle Paul’s intercessory prayer needs to be implemented in the lives
of today’s believers, both in prayer for themselves and His Church, which will bring spiritual growth
for themselves and God’s congregation today. The method used in this research is a descriptive
qualitative method that examines the meaning of the impact of intercessory prayer on the spiritual
growth of God’s congregation. So that God’s congregation can remain strong in facing all life
challenges and mature spiritually.
Keywords: intercessory, prayer, paul, spiritual growth, Ephesus, congregation
Abstrak: Orang percaya yang telah beroleh keselamatan dalam Kristus berarti telah masuk dalam
keluarga Kerajaan Allah. Sebagai anggota dari keluarga Kerajaan Allah, orang percaya memiliki
kewajiban untuk saling mendoakan. Tujuan dari doa ini adalah demi kemajuan ataupun
pertumbuhan spiritual jemaat Tuhan yang dalam hal ini adalah gereja Tuhan. Sebab seringkali
banyak orang percaya menganggap tidak terlalu penting hidup dalam doa dan saling mendoakan.
Rasul Paulus dalam surat Efesus telah memberi teladan bagaimana ia berdoa syafaat untuk jemaat
itu. Isi dari doa rasul Paulus itu ialah supaya orang percaya di Efesus beroleh kekuatan dalam
peperangan rohani, yang membawa dampak bagi pertumbuhan spiritual yang luar biasa dari jemaat
Efesus. Oleh karena itu, doa syafaat rasul Paulus ini perlu diimplementasikan dalam kehidupan
orang percaya masa kini, baik itu dalam doa untuk diri sendiri maupun untuk gereja-Nya, yang akan
membawa pertumbuhan spiritual bagi diri sendiri maupun jemaat Tuhan masa kini. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan mengkaji makna dampak
doa safaat bagi pertumbuhan rohani jemaat Tuhan. Sehingga jemaat Tuhan bisa tetap kuat
menghadapi segala tantangan kehidupan serta menjadi dewasa dalam kerohanian.
Kata kunci: doa syafaat, paulus, pertumbuhan spiritual, Efesus, jemaat





