Liturgi Bulan Budaya sebagai Upaya Tranformasi Misi Kristen yang Kontekstual di Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT)
DOI:
https://doi.org/10.63830/kv370985Keywords:
liturgi bulan budaya, transformasi misi kristen, kontekstualAbstract
Abstract: This paper aims to analyze theologically the establishment of the GMIT cultural
month as part of the contextual transformation of Christian mission in the GMIT liturgy. This
is done as an effort to contextualize the Gospel message in GMIT services. Because GMIT is a
Christian denomination whose scope of service is in the East Nusa Tenggara region (outside
the island of Sumba) and West Nusa Tenggara which consists of heterogeneous communities.
The heterogeneity of society can be seen in differences in ethnicity, language, traditions and
culture. Therefore, a contextual form of liturgy is needed in which the congregation can meet
Christ. In this article, the author uses several sources relating to the encounter of the Gospel
and Culture as a reference point for conducting a theological analysis of the implementation
of Culture Month. These sources are in the form of articles and printed books that are relevant
to the study subject being discussed.
Keywords: GMIT, Culture Month, Christian Mission Transformation, and Contextual.
Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis secara teologis tentang penetapan bulan
budaya GMIT sebagai bagian dari tranformasi misi Kristen yang kontekstual dalam liturgi
GMIT. Hal ini lakukan sebagai upaya mengkontekstualisasi berita Injil dalam pelayanan
GMIT. Sebab GMIT merupakan denominasi Kristen yang lingkup pelayanan di wilayah Nusa
Tenggara Timur (diluar pulau Sumba) dan Nusa Tenggara Barat yang terdiri dari masyarakat
heterogen. Hoterogenitas masyarakat dapat dilihat dalam perbedaan suku, bahasa, tradisi, dan
budaya. Oleh karena itu diperlukan bentuk liturgi yang kontekstual yang di dalamnya jemaat
dapat bertemu dengan Kristus. Dalam tulisan ini, penulis menggunakan beberapa sumber yang
berkenaan dengan perjumpaan Injil dan Budaya sebagai titik acuan untuk melakukan analisa
teologi terhadap pelaksanaan Bulan Budaya. Sumber-sumber tersebut dalam bentuk artikel dan
buku-buku cetak yang relevan dengan pokok kajian yang dibahas.
Kata Kunci: GMIT, Liturgi Bulan Budaya, Tranformasi Misi Kristen, dan Kontekstual.
References
Id.m.wikipedia.org, Gereja Masehi Injili di Timor, di akses pada tanggal 10 Juli 2022 Radja Haba, L, diterj oleh: Piet Y. Francis, Dipanggil Untuk Kemerdekaan, Sebuah Studi
Mengenai Gereja Masehi Injili di Timor Dalam Hubungan Dengan Lingkungannya, (Yohyakarta: Mazdawa Pustaka, 2015), 3
Pokok-Pokok Eklesiologi Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), (Kupang:GMIT, 2015), 10- 12
Nayuf, Hendrikus Nayuf, Allah Merumuskan diri-Nya, Kajian Filsafat-Teologis Tentang Pengakuan Iman GMIT dan Relevansi Trinitarian Bagi Kemandirian Teologi Di GMIT. Makassar: STT Intim, 2009.
Nayuf, Hendrikus Nayuf. Tarian “Langit-Bumi” Reflekasi Pelayanan Bulan Bahasa Dan Budaya Di Gereja Masehi Injili Di Timor (Makassar: Jurnal Ilmiah Religiosoty Entity Humanity, Vol 1. No.2, Desember 2019, 130 diakses Melalui https://ojs- jireh.org/indeks.php/jireh pada tanggal 7 Juli 2022.
Doeka, Fredik Y. A. Maria Dan Rabia, Refleksi Misitis-Feminin Atas Karya Para Perempuan, Kupang: Artha Wacana Press, 2005.
Rachman, Rasid. Pembimbing Ke Dalam Sejarah Liturgi, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2014.
Saefatu, Appris Yulianto. Merayakan Kehidupan dan Keberagaman: Studi Liturgi dan Penyajian Musik Kreatif Konntekstual Dalam Perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia Di Jemaat Betlehem Oesapa Barat, Jounal of Music Creation, Study and Performance. diakses melaui http://ejournal.staknkupang.ac.id/ojs/index.php/tam pada 10 juli 2022.
Venus, Antar. Filsafat Komunikasi Masyarakat Melayu. Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2015.
Nenohai,, Jear Niklas Dominggus K. Penerjemahan Sebagai Media Pekebaran Injil Middelkop Ditinjau Dari Hermeneutika Han Gerog Gadamer, Gema Teologika 3, no.2. 2018.
Manimoy, Inger Glory.Tarian Lego-lego sebagai Pendampingan Pastoral bagi Masyarkat Alor, Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristen, Vol 5, No.2 November 2021, diakeses melalui https://www.stttorsina.ac.id/jurnal/index.php/epigrape ,3 diakses pada tanggal 8 juli 2022
Mae, Ramora Mathias. Pengembangan Model Tarian Bonet, Untuk Kebugaran Jasmani Dalam Pembelajaran Penjasorkes di Sekolah dasar, dalam jurnal Keolahragaan, 5 (1).
Un, Hidelgardis. Nilai-Nilai Dan Makna Tarian Tebe Di Nusa Tenggara Timur, Desa Kusa, Kecamatan Malaka Timur, Kabupaten Malaka dalam Simki-Pedagogia.
Vol.01.No.08, tahun 2018, Kediri: Universitas PGRI Kediri, 2017.
Gea, Ibelala Gea. beritakan Injil bagi segala makluk, “BIA” Juran Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual 1, no.1 (2018).
Panjaitan, Firman dan Hendro Siburian, Misi Kristologi dalam Konteks Kebudayaan, Logia 1 No.1 (2020).
Kuster,Volker Kuster. WAJAH-WAJAH KRISTUS: Kristologi Lintas Budaya. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2017.
Sondegau,Kleopas. Kristologi Dalam Konteks Suku Migani Di Papua, Vol.17. No.1 (2017). Nuban Timo, Ebenhaizer I. Sidik Jari Allah Dalam Budaya, Upaya Menjajaki Makna Allah Dalam Perangkat Budaya Suku-Suku Di Nusa Tenggara Timur, Maumere:
Ledadero, 2005.
Kolimon, Mery. Jalan Pendamian Masih Panjang, Sebuah Refleksi Mengenai Dampak Paradigma Baru Konsili Vatikan II Bagi Gereja Protestan (GMIT) Jurnal Ledadero,5.
Solihat, Ade. Memahami Bahasa Agama Dalam Persepektif Antropologi, Jakarta: UI Press, 2012.
Guntur Andika Alan Roh Lani, “Makna Kesatuan Roh Berdasarkan Efesus 4:3-6 dan Implikasinya dalam Kehidupan Orang Kristen Masa Kini, Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani (ICHTUS) 4, No.2 (2023): 133-34, tersedia dari https://ojs.sttborneo.ac.id/index.php/ichtus/article/view/55, diakses pada tanggal 11 November 2024





