Konsep Murka Allah berdasarkan Kitab Zefanya 3:8-9 dan Relevansinya bagi Gereja Masa Kini
DOI:
https://doi.org/10.63830/55q6j423Keywords:
Eksegesis, murka Tuhan, dosa, hukuman, kasih, pemulihan, gereja masa kini.Abstract
Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep murka Allah berdasarkan Zefanya 3:8-9 melalui pendekatan eksegesis serta makna pemulihannya bagi gereja masa kini. Metode penelitian ini mengumpulkan berbagai data pustaka yang bersumber dari buku, jurnal, dan artikel teologi lainnya. Selain itu, dalam penelitian ini penulis juga melakukan pendekatan metode eksegesis dengan menggunakan langkah 4 lapisan makna Alkitab yaitu, lapisan 1: Historia/Sarkic, lapisan 2: Noetic/spiritual meaning, lapisan 3: Psychic/moral, dan lapisan 4: Anagogic/Eskatologis. Dari 4 lapisan ini sangat membantu penulis untuk melakukan pendekatan eksegesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa murka Allah dalam Zefanya 3:8-9 mencerminkan keadilan dan kekudusan Allah yang menghukum dosa, sekaligus membuka jalan pemulihan bagi umat yang bertobat melalui pemurnian penyembahan dan pembaruan bahasa bangsa-bangsa. Murka Allah bersifat korektif, adil, dan mengarah pada pemulihan relasi antara Allah dengan umat-Nya, bukan semata-mata tindakan penghancuran. Penelitian ini memberikan dasar teologis bagi gereja untuk memahami disiplin ilahi secara seimbang antara aspek keadilan dan kasih Allah. Temuan ini menekankan bahwa pemahaman yang utuh tentang murka Allah mendorong gereja untuk hidup dalam pertobatan, kekudusan, dan ketaatan kepada-Nya.





